Selasa, 02 April 2019

Globalizing Crime


Globalizing Crime merupakan fenomena tindak kejahatan atau tindakan ilegal yang melibatkan berbagai pihak secara global atau dikenal dengan kejahatan transnasional. Tindak kejahatan tersebut meningkat pesat di tengah globalisasi. Dan mereka yang terlibat dalam tindak kejahatan tersebut tidak menghormati, atau loyalitas kepada negara, batas, atau kedaulatan.

Example :
· Ekstasi narkoba produksi Belanda yang diperdagangkan ke Amerika Serikat oleh kelompok kejahatan teroganisir dari Israel
· Virus komputer yang dirancang dan dikirim dari Filipina menyebabkan komputer di berbagai lembaga pemerintah A.S. ditutup selama beberapa minggu
· Sebuah bank besar di AS yang digunakan oleh kelompok kejahatan terorganisir Rusia untuk mencuci uang

Contoh lainnya dari kejatahan internasional adalah terorisme, perdagangan manusia, perdagangan narkoba, penyeludupan dan seiring dengan berkembanganya teknologi menjadikan terciptanya kategori baru kejahatan dunia maya.

Berikut merupakan persebaran transnational organized crime 
Contoh kasus kejahatan transnasional lainnya adalah perdagangan dan penyelundupan orang di China Sindikat kriminal biasanya mengontrol bisnis perdagangan ini, yang memang sangat menguntungkan dan biasanya ditujukan ke negaranegara Barat yang kaya. Hampir sepanjang waktu, perdagangan orang menggiring terjadinya „situasi kerja paksa dan perbudakan‟, yang menyeybabkan penderitaan tiada akhir bagi para korban (Skeldon 2000, 9).

Orang-orang yang diselundupkan menjadi pekerja di pasar gelap, dan ini memicu terjadinya pengurangan income/pendapatan secara umum bagi penduduk di negara-negara tujuan. Pada waktu yang sama, perdagangan orang juga berkaitan erat dengan kejahatan penculikan dan eksploitasi. Semakin diperparah dengan kenyataan bahwa perdagangan orang merangsang munculnya kejahatan di tempat-tempat tujuan. Banyak para peneliti percaya bahwa orang-orang China dan geng-geng China adalah pengontrol utama bisnis perdagangan di seluruh dunia.

Dalam perdagangan orang, para pelakunya memiliki pengetahuan mengenai proses perpindahan yang akan dilakukan, dan mengontrol keseluruhannya secara total. Sepanjang terjadinya perdagangan, para pelaku dapat mengambil keuntungan dari beragam cara diantaranya dengan menjual korban ke pelaku perdangan orang yang lebih tinggi levelnya, atau ke tempat-tempat yang cocok untuk praktek eksploitasi seperti pabrik-pabrik dan rumah bordil. Sesampainya di daerah atau negara tujuan, korban biasanya dijual atau dipaksa bekerja untuk memberikan keuntungan kepada penjualnya. Perdagangan orang ini erat sekali dengan kejahatan transnasional; anak yang tinggal di negara asing biasanya rentan untuk bekerja sebagai budak, dan perempuan biasanya menjadi pekerja seks. Semua keuntungan yang diperoleh didapat dari tindak kekerasan yang dilakukan terhadap korban.

Jumat, 06 April 2018

Kurikulum KTSP




Awal 2006 ujicoba Kurikulum Berbasis Kompetensi dihentikan. Kemudian munculah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau yang lebih di kenal dengan KTSP 2006. Namun, pelajaran dalam kurikulum tersebut masih tersendat. Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidaklah banyak perbedaan dengan Kurikulum 2004. Perbedaan yang paling menonjol adalah guru lebih diberikan kebeabasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada. Hal ini disebabkan kerangka dasar (KD), standar kompetensi kelulusan (SKL), standar kompetensi dasar (SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasioanal. Jadi pengembangan perangkat pembelajaran, seperti silabus dan sisem penilaian merupakan kewenangan satuan pendidikan (Sekolah) dibawah koordinasi dan superisi pemerintahan Kabupaten/Kota.

a.  Karakteristik KTSP
     -   Menekankan pada ketecapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal
     -   Berorientasi pada hasil belajar (learning out comes) dan keberagaman.
     -   Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi
     -   Sumber belajar bukan hanya guru tetapi terdapat sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur           edukatif.
     -   Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian             suatu kompetensi

b.  Kelebihan KTSP
     -   Dalam pembelajaran adanya komunikasi dua arah antara guru dan siswa
     -   Pembelajaran berpusat pada siswa
     -   Penggunaan pendekatan dan metode yang bervariasi
     -   Sumber belajar yang bervariasi
     -   Seorang gutu benar-benar digerakkan menjadi manusia yang profesional yang menuntun                      kekreatifitasan

c.  Kekurangan KTSP
         Minimnya sosialisasi dan kesiapan sarana dan prasarana pendukung pendidikandn dan terutama sekali kesiapan guru dan sekolah untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri

Pengalaman Pribadi
   Ketika saya bersekolah, saya melalui proses pembelajaran menggunakan kurikulum KTSP yang mana menurut saya kurikulum tersebut dinilai kurang efektif untuk mengembangkan bakat atau kemampuan siswa untuk menghadapi jenjang berikutnya atau dunia perkuliahan. Karena pada dasarnya yang lebih aktif disini adalah guru sedangkan siswa lebih dituntut untuk mendengarkan, mencatat dll. Namun, dalam proses pembelajaran, guru pun terkadang terasa membosankan karena model pembelajaran yang dilakukan hanya itu-itu saja.

Senin, 01 Januari 2018

Gang Dolly, kampung nan berkesan



Foto di atas merupakan foto yang kami ambil bersama dengan salah satu warga yang ada di Gang Dolly. Ibu Mujiyanti namanya.
Orang yang hidup penuh dengan kesederhanaan, di tempat tinggal yang mempunyai banyak stigma negatif di dalam masyarakat. 
Beliau, hidup di rumah yang begitu sederhana, sangatlah sederhana lebih tepatnya. Kondisi bangunan yang kumuh dan lingkungan yang kumuh pula yang biasanya hanya saya lihat di televisi, saat itu saya alami sendiri bagaimana keadaan jika hidup di dalamnya. Sungguh, hanya semalam saya tidur di sana, saya sudah merasakan tidak nyaman, tidak betah, dan rasanya ingin pulang. 
Keadaan itu membuat saya menjadi lebih besyukur dengan apa yang saya miliki saat ini. Kehidupan yang benar-benar berbanding terbalik dengan kehidupa saya saat ini.
Meskipun hidup penuh dengan kesederhanaan, ibu Mujiyanti sangatlah dermawan. Dari keempat anaknya, ia memiliki satu orang anak yang dia angkat. Sungguh, saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata tentang begitu mulianya sikap beliau.
Padahal, kebanyakan masyarakat saat ini hanya mementingkan kehidupannya sendiri tanpa mau memikirkan kehidupan orang lain.
Banyak pelajaran yang bisa kami ambil dari kehidupan Ibu Mujiyanti. Saya harap, masih banyak orang lain yang hatinya mulia seperti beliau...

KKL Madura - Surabaya - Blora

Hula! Perkenalkan nama saya Devi Fiinaa Fauzia Adzim dari jurusan Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta. Disini saya akan membagikan pengalaman saya ketika mengikuti KKL yang mana mata kuliah tersebut wajib diikuti oleh semua mahasiswa Pendidikan Sosiologi di semester 3. Tujuan KKL yang diadakan pada tanggal 6 Desember 2017 – 9 Desember 2017 adalah Madura tepatnya di ex Pelabuhan Kamal dan Kampung Batik di Bangkalan, kemudian dilanjutkan ke Surabaya tepatnya di ex Gang Dolly dan berakhir di Blora tepatnya di Dusun Tambak, Desa Sumber, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora yang mana disana merupakan tempat tinggal Sedulur Sikep atau lebih dikenal dengan Suku Samin.

Day-1 (Rabu, 6 Desember 2017) Perjalanan Menuju Madura

Selepas maghrib kami diharuskan sudah berkumpul di Hall Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta karena perjalanan dilakukan pada malam hari. Saya berangkat dengan diantar oleh ayah saya dengan membawa barang bawaan yang cukup berat, yaitu satu koper dan satu tas ransel. Sesampainya di kampus, saya bertemu dengan teman-teman yang ternyata juga membawa barang bawaan hampir sama seperti yang saya bawa. Yang membuat saya berfikir bahwa bukan saya sendirilah yang rempong. Tidak lupa kami berfoto sebelum keberangkatan dengan gaya tereliminasi seperti acara yang ada di tv. Sebelumnya saya bertemu dengan teman-teman dan kakak tingkat satu divisi yang ada di HIMA DILOGI, mereka pun memberikan saya bingkisan yang didalamnya terdapat berbagai macam jajanan dan tidak lupa pesan yang cukup menyentuh dari mereka.

Kurang lebih pukul 19.40 kami bus yang membawa kami pun berangkat menuju tempat tujuan pertama yaitu Madura. Dalam perjalanan pun saya kebanyakan digunakan untuk tidur karena memang dari pagi hingga sorenya saya tidak sempat tidur karena sibuk mempersiapkan apa saja yang diperlukan untuk KKL.

Day-2 (Kamis, 7 Desember 2017) Perjalanan Menuju Madura

Pagi harinya kami berhenti di salah satu SPBU yang ada di Jombang untuk menunaikann ibadah sholat shubuh. Perjalanan kami sedikit terhambat karena kemacetan akibat adanya kecelakaan yang menyebabkan kami pukul 04.30 pagi baru sampai di daerah Mojokerto.
Perjalanan dilanjutkan. Sekitar pukul 08.00 sebelum Jembatan Suramadu, 5 mahasiswa dari UNESA masuk ke dalam bus kami. Mereka bermaksud untuk menemani dan membimbing kami dalam melakukan observasi di ex Pelabuhan Kamal maupun di ex Gang Dolly.
Saat memasuki Jembatan Suramadu, tidak lupa kami mengabadikannya dengan memotret pemandangan yang ada disana (maklum baru pertama kali menyeberangi Jembatan Suramadu,hehe..) 

Setelah itu kami menuju Rumah Makan Ole Olang untuk sarapan dan membersihkan badan. 78 mahasiswa pun antri untuk mandi padahal kamar mandi yang ada disana tidaklah banyak, alhasil cukup lama pula saya mengantri. Setelah mandi saya merasakan bahwa badan saya mulai tidak enak, mungkin dikarenakan saya memiliki darah rendah. Kemudian setelah selesai mandi dan sarapan kami pun melanjutkan perjalanan ke Desa Kamal. Di dalam bus saya merasa pusing dan badan saya mulai panas, saya pun berinisiatif untuk minum vitamin C.

Desa Kamal

Sekitar pukul 10.00 kami sampai di Balai Desa Kamal. Hawa disana benar-benar panas, saya pun mulai merasakan panas pula di dalam tubuh saya. 11 rombongan kemudian dikelompokkan menjadi 5 untuk melakukan observasi sesuai dengan instrumen yang telah dipersiapkan bersama dengan kelima mahasiswa dari UNESA tersebut. Desa Kamal sendiri terletak dekat dengan pantai yang berjarak kira-kira 20 meter saja.


Saat observasi kami mewawancarai warga yang ada di rumah-rumah penduduk disana. Beruntung ketika melakukan wawancara kelompok kami bisa mewawancarai Kepala Desa setempat sehingga informasi yang didapatkan pun cukup banyak dan akurat. Dari hasil wawancara dengan berbagai narasumber, dapat diambil informasi bahwa dulunya Desa Kamal merupakan pelabuhan yang sangat ramai sebelum dibangunnya Jembatan Suramadu. Warga disana pun kebanyakan berprofesi sebagai pemilik kapal atau hal-hal yang berhubungan dengan jalannya pelabuhan tersebut. Akan tetapi setelah dibangunnya Jembatan Suramadu, pelabuhan tersebut menjadi sepi karena kebanyakan orang lebih memilih menyeberang menggunakan jembatan dikarenakan lebih mudah. Dengan dibangunnya jembatan, warga disana mengakui bahwa tidak ada konflik yang terjadi dan warga hanya bisa pasrah menerima apa yang dilakukan oleh pemerintah. Desa Kamal saat ini sedang mencoba mengembangkan budaya-budaya yang ada disana untuk menarik para wisatawan. Perubahan memang  selalu terjadi seperti roda berputar, terkadang di atas terkadang di bawah. Saya pun yakin jika Desa Kamal dapat kembali berjaya.

Kampung Batik Paseseh, Tanjungbumi, Bangkalan, Madura

            Setelah bereksplorasi di Desa Kamal, sekitar pukul 13.00 kami pun melanjutkan ke salah satu sentra pengrajin batik Madura yaitu di Desa Paseseh, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, Madura. Begitu masuk lingkungan rumahnya, tampak beberapa gentong yang digunakan untuk proses pembuatan batik. Kamipun berdiskusi dengan pengrajin batik setempat, pembahasannya pun cukup menarik karena adanya campuran tradisi dan modernitas dalam proses pembuatannya. Perlu kalian ketahui, Batik Madura yang terkenal adalah batik gentongan, batik ini dibuat dengan proses pewarnaan menggunakan gentong. Penggunaan bahan-bahan alami mendasari batik ini sehingga perlu menggunakan gentong dalam prosesnya. Terdapat banyak hal yang menarik yang dapat digali di Desa Paseseh ini, namun sayangnya kami terkendala oleh waktu yang terbatas. 


Gang Dolly

Setelah di Madura, kami kemudian melanjutkan perjalanan ke ex Gang Dolly sekitar pukul 17.00. Perjalan yang ditempuh cukup memakan waktu. Saya pun menikmati perjalanan dengan tidur karena kondisi tubuh saya yang kurang sehat akibat perbedaan suhu antara di bus dengan di Madura.
Kira-kira kami sampai di Surabaya pukul 9 malam. Saat itu terjadi miss komunikasi dan kurangnya koordinasi yang menyebabkan kami harus berjalan sekitar 1km untuk mencapai Gang Dolly. Akan tetapi saya tidak ikut berjalan dikarenakan kondisi badan yang kurang sehat, sehingga saya pun naik GO-CAR dengan ditemani oleh ibu dosen dan beberapa teman saya yang sakit. Setelah sampai kami pun dibagi dalam beberapa kelompok untuk tidur di rumah warga. Saya yang kurang sehat pun langsung menempatkan diri untuk tidur, akan tetapi teman-teman saya yang lain menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan Ibu Mujiyanti yang menampung kami di rumahnya.



Kondisi hunian dibawah garis kelayakan dan perumahan dengan jalan sempit yang biasanya hanya saya lihat di televisi pun terpampang jelas di depan saya. Keadaan kehidupan yang begitu sederhana membuat saya lebih banyak bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah saat ini kepada saya. Meskipun Ibu Mujiyanti hidup dalam kesederhaan, ia melakukan tindakan mulia yaitu dari keempat anaknya, salah satu diantaranya merupakan anak angkat. Tidak banyak informasi yang secara langsung saya dapatkan mengenai ex Gang Dolly tersebut dikarenakan masih banyak rahasia di dalamnya..

Day-3 (Jumat, 8 Desember 2017) Perjalanan Menuju Desa Sumber, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora

Kurang lebih pukul 5 sore kami sampai di Desa Sumber dan langsung disambut cuaca yang mendadak gerimis dan oleh bapak-bapak pengurus desa tersebut. Kami pun dipersilahkan untuk masuk ke balai Desa Sumber yang disana kami dijelaskan banyak hal oleh bapak kepala desa dan pengurus desa setempat tentang Sedulur Sikep atau yang lebih akrab dikenal dengan Suku Samin.
Setelah makan malam dan sholat maghrib kami pun beranjak ke Dusun Tambak dimana suku tersebut tinggal. Perjalanan kami ditempuh menggunakan bus sekitar 300m dari balai desa kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 15 menit. Kondisi jalan disana tidak rata sehingga membuat saya kesulitan membawa barang bawaan seperti koper. Gerimis pun masih terasa sehingga menyebabkan kami sedikit terburu-buru untuk sampai di rumah warga setempat karena semakin lama suhu pun semakin dingin.
Saat sampai di rumah warga setempat, kami disambut dengan hangat oleh tuan rumah. Mereka benar-benar ramah kepada kami. Dalam berkomunikasi sehari-hari, mereka menggunakan bahasa Jawa dan sedikit kesulitan apabila menggunakan bahasa Indonesia. Kami pun menyesuaikan dengan keadaan tersebut, walaupun saya sendiri terbilang tidak pandai bahasa Jawa (padahal saya asli jogja). Jadi saya lebih banyak mendengarkan teman-teman yang lain dan sedikit-sedikit bertanya secara personal kepada sedulur sikep yang ada disana. Kami berbincang-bincang hingga larut malam, dan sebelum tidur kami dipersilahkan untuk makan makanan yang telah disediakan oleh tuan rumah. Padahal sebelum menuju Dusun Tambak kami sudah makan, jadi saya hanya mengambil sedikit saja karena masih kenyang, hehehe...
Selepas membersihkan diri kami pun bersiap untuk tidur. Kami yang saat itu berjumlah sekitar 10 orang tidur bersama dalam satu tempat yang berada di ruang tamu rumah tersebut. Walaupun sedikit berdesakan akan tetapi tidur disini sangatlah nyaman, karena faktor suhu udara yang dingin sehingga kami pun menikmati tidur hingga keesokan harinya.
Banyak hal yang bisa kita dapatkan ketika berkunjung kesini, karena mereka menerapkan kehidupan yang  benar-benar membuat nyaman tanpa adanya konflik sedikitpun. Sehingga jarang sekali ditemukan adanya masalah yang sampai menyebabkan konflik di suku tersebut, hampir tidak ada malah. Hal itu dikarenakan sedulur sikep begitu menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan konflik itu terjadi, seperti menggunjing orang lain dan sebagainya.

Perjalanan ke Semarang + Kembali ke Yogyakarta

Setelah menginap satu malam di Desa Sumber, kami pun beranjak untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya yaitu ke Semarang. Tidak lupa kami berpamitan kepada warga setempat dan tidak lupa pula kami berfoto bersama.

Setelah menempuh beberapa jam, kami pun tiba di Semarang. Di sana kami menuju objek wisata Sam Po Kong. Sebenarnya kurang worth it ketika kami kesana, karena hujan gerimis yang melanda. Saya pun lebih suka menikmatinya dengan duduk di kursi, di bawah pohon beringin sambil mengobrol dengan teman dan menikmati pertunjukan barongsai. Disana, tidak lupa pula kami berfoto dengan teman sekelas.



Selepas dari Sam Po Kong kami menuju salah satu pusat oleh-oleh Kota Semarang, kemudia langsung melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Kota Jogja tercinta.


Alhamdulillah kami sampai dengan selamat di Rektorat Universitas Negeri Yogyarta sekitar pukul setengah 10 malam. Sungguh perjalanan KKL yang sangat mengesankan dan sangat luar biasa.

Senin, 18 Maret 2013

Rasa Terindah


kini rasa itu menghantamku
tanpa mampu ku mengelak
beribu kali ku menyangkal
beribu kali ku menahan
kau yang ku sebut "teman"
tapi apalah daya
kau pun kini getarkan hatiku
namun....
biar kusimpan rasaku
biarkan rasa ini mengalir
sampai pada waktunya nanti
sampai saatnya kudapat katakan

Jumat, 08 Februari 2013

Seandainya


“Gilaaaaaannggg!!!! balikin tempat pensilku!!” teriakku.
Gilang. Orang yang menyebalkan. Sifatnya yang kekanak-kanakan membuatku muak. Tiada hari tanpa dikerjai olehnya. Aku mengenalnya sejak aku bersekolah di salah satu SMP ternama di Yogyakarta, kira-kira 4 bulan lalu. Dan selama itu pula dia tak kehabisan akal untuk mengerjaiku. Setiap hari ada saja ulahnya yang membuatku naik darah. Contohnya hari ini, dia mengambil tempat pensilku.
“Bukan aku yang ngambil tempat pensilmu!”
“Bohong! Tadi Nindi nglihat kamu lagi ngambil tempat pensilku”
Gilang langsung melotot ke arah Nindi. Sepertinya dia kesal karena Nindi sudah memberitahuku kalau dia yang mengambul tempat pensilku.
“Cepat balikin!! teriakku.
“Sini kalau berani, wek!”
“Sial”
“Sabar ya Sof” kata Rani, sahabatku.
Kali ini aku tidak mau mengejarnya, aku sudah bosan dengan tingkahnya itu. Dengan penuh emosi aku kembali ke tempat duduk dan tidak menggubrisnya.
Aku kira dia akan mengembalikan tempat pensilku jika aku tidak mempedulikannya. Ternyata aku salah, sampai bel tanda istirahat selesai dia tidak mengembalikannya. Terpaksa aku meminjam pulpen milik Rani. Tapi sebenarnya bukan hari ini saja aku meminjam pulpennya, karena bukan kali ini saja Gilang mengambil tempat pensilku.
 Selama pelajaran aku tidak bisa konsentrasi, aku begitu kesal pada Gilang.
“Aku salah apa coba ke dia sampai dia jail ke aku terus menerus kayak gini? tanyaku pada Rani saat istirahat ke-2.
“Aku juga nggak tau Sof, dia dari kelas 7 emang suka usil. Jangan-jangan dia suka sama kamu lagi”
“Huss! Ngawur kamu! Udahlah jangan ngomongin dia, bikin badmood.
“Aku duluan ya Ran”
“Iya, hati-hati di jalan ya”
“Siap, kamu juga ya. Daa”
            Setelah berpamitan dengan Rani aku langsung berjalan pulang ke rumah. Jarak antara rumahku dan sekolah tidak begitu jauh, hanya butuh waktu 5 menit, jika berjalan.
            Saat sudah sampai di depan rumah, ternyata Gilang sedang menungguku di sana.
“Sial, dia lagi” kataku dalam hati.
            Tanpa mempedulikannya aku langsung masuk ke dalam rumah. Ternyata dia memanggilku, dengan terpaksa aku menoleh padanya.
“Apa?” tanyaku ketus.
“Aku cuma mau balikin ini”
            Ternyata dia mengembalikan tempat pensilku. Tanpa pikir panjang aku langsung mengambilnya lalu segera masuk ke dalam rumah, tanpa mengucapkan terimakasih. Lagian ngapain juga pake bilang terimakasih segala, toh udah kewajiban dia buat mengembalikan apa yang dia ambil.
***
            Keesokan harinya Gilang tidak  masuk sekolah. Senang banget rasanya kalau dia nggak ada. Setidaknya aku bisa beristirahat dari tingkah usilnya selama sehari ini. Tapi ternyata, aku salah.
            Sudah seminggu dia tidak masuk, selama itu pula aku merasa ada sesuatu yang hilang. Perlahan aku mulai ada perasaan ke dia. Aku mulai berpikir dia orangnya lumayan juga kalau dilihat dari segi fisiknya. Walaupun dia suka usil, tapi dia termasuk anak pandai di kelas dibandingkan anak laki-laki yang lainnya.
            Tiba-tiba Rani menghampiriku.
“Kamu Ran, bikin kaget aja. Ada apa? Kok pake lari-larian segala?”
“Aku punya info tentang Gilang” katanya dengan nafas yang masih tersengal-sengal.
“Tarik nafas dulu gih biar lebih tenang”
            Rani pun segera menarik nafas.
“Oke, sekarang ceritain, kamu punya info apa tentang Gilang?”
“Gilang pindah ke Bandung, ikut ayahnya yang dipindah tugaskan ke sana”
“Hah? Seriusan? Kok dia nggak bilang-bilang kalo mau pindah?”
            Rani mengangkat bahu. Aku hanya bisa terdiam. Sedih, kecewa semua campur aduk jadi satu. Selama pelajaran aku tidak bisa konsentrasi, dan hanya memikirkan Gilang.
***
            Sepulang sekolah aku membuka akun email ku. Ternyata ada satu email dari Gilang.
Hai sofi. Baru seminggu nggak ketemy, rasanya kangen nih kalau nggak ngejailin kamu, hehe:p Maaf ya kalau selama ini aku orangnya jail ke kamu. Sebenarnya aku suka sama kamu. Semenjak pertama kali kamu pindah ke Jogja. Dan mulai saat itu, aku mulai berfikir buat ngejailin kamu supaya aku bisa deket sama kamu. Tapi ternyata, kamu malah jadi benci sama aku. Maaf aku baru bisa bilang sekarang, karena aku nggak punya nyali buat mengungkapkan ini ke kamu. Aku berharap kamu punya perasaan yang sama. Maaf juga karena aku nggak bilang kalau aku pindah ke Bandung.Kamu baik-baik ya di JogjaJ
                                                                                                            Salam kangen                                                                                                                               Gilang
Setelah membaca email dari Gilang aku terdiam. Ada nggak tau harus gimana.
“Kenapa kamu baru bilang sekarang? Kenapa nggak dari dulu Gilang?!”
Seandainya.... Aku tahu sejak awal......

Senin, 07 Januari 2013

KRY - Promise You (Short Ver.)

Seharusnya ini dulu yang di share, tp yaudalah gapapa:p




Super Junior M - Break Down

Setelah lama menunggu akhirnya MV Break Down keluar jugaaaaa *prokprokprok* :D
Donghae, Eunhyuk, Siwon, Henry, Ryeowook, Zhoumi, Sungmin dan Kyuhyun KECE bgt lo di MV itu:3

Monggo dilihat MV nya;))

#BreakDown











Minggu, 16 Desember 2012

Kota Terindah Didunia


Florance


Adalah ibukota provinsi Firenze, Italia Tengah. Dibelah oleh Sungai Arno, di kaki perbukitan Apennine, kota ini berpopulasi 400.000 jiwa. Merupakan tempat kelahiran Renaissance, sejak abad ke-14 sampai 16, Florence dikenal sebagai pusat budaya, ekonomi dan keuangan penting di Italia dan Eropa sehingga dijuluki “Athena di Barat”.

Florence dianggap sebagai kota pelopor kebangkitan seni budaya Italia. Karya sastra yang lahir dari sastrawan besar asal Florence. Sebagian besar orang-orang yang berperan dalam perkembangan Renaissance seperti, Botticelli, Verrocchio, Leonardo da Vinci.

Sejumlah tokoh asal Florence lain yang berpengaruh dalam berbagai bidang antara lainBrunelleschi (arsitek), Donatello (pematung), dan Mosaccio (pelukis). Galileo juga berasal dari Florence.



Mekah
Kota ini menjadi tujuan utama kaum muslimin dalam menunaikan ibadah haji, Di kota ini terdapat bangunan utama bernama Masjidil Haram. Kota ini merupakan lembah sempit yang dikelilingi gunung gunung dengan bangunan Ka’bah sebagai pusatnya. Bangunan Ka’bah ini dijadikan patokan arah kiblat untuk ibadah salat umat Islam di seluruh dunia.


Paris

Paris “Modern” adalah hasil dari perancangan ulang urban pertengahan abad ke-19. Berabad-abad kota ini telah menjadi labirin bagi jalan sempit , tapi berawal tahun 1852, urbanisasi luas Baron Haussmann meratakan seluruh distrik untuk membuat jalan lebar yang dilengkapi bangunan batu neo-klasik bourgeoise.

Sementara kota Paris masih memberlakukan hukum “pelurusan” yang telah diubah (facade bangunan diganti menurut lebar jalan) pada beberapa pembangunan baru.
Tinggi bangunan juga ditetapkan menurut lebar jalan yang dilalui, dan kode bangunan Paris telah mengalami berbagai perubahan sejak pertengahan abad ke-19 untuk konstruksi tinggi

.
Athena

Kota ini berpenduduk sekitar 700.000 jiwa namun bila dihitung dengan daerah metropolitannya, jumlah penduduknya adalah sekitar 3,5 juta jiwa. Athena juga menjadi pusat ekonomi, budaya, dan politik Yunani.

Athena juga sering disebut sebagai asal dari peradaban barat karena berbagai pencapaian kebudayaannya pada abad ke-4 dan ke-5 dan membuatnya kaya akan berbagai bangunan, monumen, dan karya seni kuno.
Salah satu yang paling terkenal adalah Akropolis yang menjadi salah satu bukti seni Yunani klasik.


Barcelona

Sebuah kota di Spanyol, Berdiri pada 230 SM, kota ini berperan sebagai galeri hidup dari arsitektur dan dekorasi bergaya modernis dan Art Nouveau (Seni Baru).
Kuil-kuil dan bangunan karya arsitek Antoni Gaud, gereja abad pertengahan, sisa tembok Romawi dan plaza serta tempat orang berjalan-jalan-semuanya terkesan istimewa. Luas wilayahnya adalah 100,4 km.

Jumat, 14 Desember 2012

[CONFIRMED] MUSIC BANK Live in Jakarta

MUSIC BANK LIVE IN JAKARTA


Promoted by 

Date : 9 March, 2013

Venue : Stadium Utama Gelora Bung Karno,Senayan, Jakarta

Famous K-Pop Artist  : 
1. Eru
2. Sistar
3.Teen Top
4. 2PM
5. Beast
6. SHINee
7. Infinite
8. Super Junior                   

Senin, 10 Desember 2012

Sungha Jung - Blue (cover)




One Direction - Little Things




Zayn: 
Your hand fits in mine 
Like it's made just for me 
But bear this in mind 
It was meant to be 
And I'm joining up the dots 
With the freckles on your cheeks 
And it all makes sense to me 

Liam: 
I know you've never loved 
The crinkles by your eyes when you smile 
You've never loved 
Your stomach or your thighs 
The dimples in your back at the bottom of your spine 
But I'll love them endlessly 

CHORUS: (Zayn and Liam) 
I won't let these little things slip out of my mouth 
But if I do, 
It's you, 
Oh it's you, 
They add up to 
I'm in love with you, 
And all these little things 


Big Bang - Blue





Kyeou-ri ka-go bomi chajaojyo urin shideul-ko
Keuri-um so-ge mami meongdeu-reot-jyo
(i’m singing my blues) paran nun-mu-re paran seulpeume gildeulyeojyeo
(i’m singing my blues) tteunkureume nallyeobonaen sarang oh oh
Gateun haneul dareun gos neowahna wiiheomhanikka neo-ye-geseo tteonajuneun geoya
Nimiran geul-jae jeomhana bikeobhajiman nae-ga monna sumneun geoya
Janinhan ibyeo-reun sarangye (mallo) keu eotteon- maldo wiiro twehl suneun eopt-da-go
Ama nae insaengye majimag mello magi naeryeo-oneyo ije
Taeyeonaseo neol manna-go jugeul mankeum sarang-ha-go
Parahke muldeu-reo shirin nae ma-eum nuneul kamado neol neukgil su eoptjanha
Kyeou-ri ka-go bomi chajaojyo urin shideul-ko
Keuri-um so-ge mami meongdeu-reot-jyo
(i’m singing my blues) paran nun-mu-re paran seulpeume gildeulyeojyeo
(i’m singing my blues) tteunkureume nallyeobonaen sarang oh oh
Shimjangi meojeun geot man gata jeonjaengi kkeunna-go keu kose eo-reo bu-teun neowahna
Nae meorissok saekyeojin tra-uma i nun-mul mareumyeon chokchokhi giyeokhari nae sarang
Kwehrob-jido wehrob-jido anha haengbo-geun da honjanmal keu isange bokjabhan geon mot chama
Daesurob-ji amureoh-jido anha byeol-su-eom-neun bang-hwahng saramdeu-reun waht-da kanda
Taeyeonaseo neol manna-go jugeul mankeum sarang-ha-go
Parahke muldeu-reo shirin nae ma-eum neoneun tteonado nan geudaero it-janha
Kyeou-ri ka-go bomi chajaojyo urin shideul-ko
Keuri-um so-ge mami meongdeu-reot-jyo
Oneuldo paran jeo talbitarae-ye na hollo chami deul-ket-jyo
Kkumso-geseodo nan geudaereul chaja hemae-imyeo i noraereul bu-lleoyo
(i’m singing my blues) paran nun-mu-re paran seulpeume gildeulyeojyeo
(i’m singing my blues) tteunkureume nallyeobonaen sarang oh oh
(i’m singing my blues) paran nun-mu-re paran seulpeume gildeulyeojyeo
(i’m singing my blues) tteunkureume nallyeobonaen sarang oh oh